11 Musim Dedi Kusnandar Bersama Persib Samai Rekor Hariono

Gelandang Persib, Dedi Kusnandar memimpin rekan-rekannya menyalami para pemain PSM Makassar usai pertandingan pertama Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 6 September 2026. (Instagram/@dedikusnandar11)


MUSEUM PERSIB - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 6 September 2026 malam. Pertandingan Persib kontra PSM Makassar di pekan pertama Super League 2026/2027 sudah memasuki menit ke-77. Saat itu, Persib sedang unggul 2-1 setelah tandukan Patricio Matricardi menit 48 dan tendangan keras Balsa Sekulic menit 51 membobol gawang PSM yang sempat unggul lebih dulu melalui gol Kodai Tanaka menit keenam.

Di tepi lapangan, Dedi Kusnandar berdiri di tepi lapangan. Di sampingnya, Luka Menalo juga bersiap memasuki area permainan. Keduanya menunggu aba-aba wasit sebelum menggantikan Thom Haye dan Mariano Peralta.

Setelah 77 menit, nomor punggung 11 kembali terlihat di lapangan. Sesaat kemudian, Dado berlari memasuki lapangan membawa titipan strategi pelatih untuk mempertahankan atau jika memungkinkan menambah keunggulan Persib yang sudah digenggam dalam 13 menit tersisa.

Meskipun demikian, bagi Dado, waktu 13 menit itu memiliki arti yang jauh lebih panjang daripada durasi pertandingan. Sebab, ketika ia menginjak rumput Stadion GBLA malam itu, ia resmi menjalani musim ke-11 bersama Persib. Bukan sekadar terdaftar sebagai pemain, tapi selalu bermain di lapangan hijau. 

Sebelas musim. Angka yang mungkin hanya memerlukan dua digit untuk ditulis, tetapi membutuhkan lebih dari satu dekade untuk dijalani. Dan seperti nomor yang melekat di punggungnya, angka 11 kini menjadi bagian dari identitas Dado bersama Pangeran Biru.

Dari tempatnya di lapangan, Dado mungkin hanya menjalankan tugas seperti biasa. Menjaga keseimbangan permainan, membantu tim mempertahankan keunggulan dan memberikan pengalaman yang dibutuhkan ketika pertandingan memasuki fase akhir. Namun, jika ditarik lebih jauh, kehadirannya di lapangan adalah potongan kecil dari sebuah perjalanan yang panjang.

Sebab selama 11 musim, nomor 11 telah menyaksikan begitu banyak perubahan dalam tubuh Persib. Dari mulai pelatih datang dan pergi, pemain silih berganti, generasi baru muncul, strategi berubah, kompetisi berganti nama dan format, masa sulit dan kemudian kembali merasakan manisnya gelar juara.

Selama lebih dari satu dekade itu, sosok kelahiran Sumedang, 23 Juli 1991 ini tetap berada di sana. Tetap mengenakan seragam biru bernomor punggung 11.

Menyamai Jejak Hariono

Musim 2026/2027 juga membuat Dado menyamai sebuah catatan yang sebelumnya dimiliki Hariono yang membela Persib selama 11 musim pada rentang 2008-2019. Selama periode tersebut, nomor 24 begitu identik dengan sosok gelandang asal Sidoarjo itu.

Kini, Dado memasuki wilayah sejarah yang sama.  Memang, ia belum melewati catatan 231 penampilan Hariono. Hingga pertandingan menghadapi PSM Makassar, ia telah mencatat 174 penampilan di kompetisi domestik. Di kompetisi Asia, Dado telah tampil 14 kali, jumlah yang menempatkannya bersama Beckham Putra Nugraha dan Marc Klok sebagai pemain PERSIB dengan penampilan terbanyak di panggung tersebut.

Namun, angka-angka itu hanyalah bagian dari cerita. Karena kesetiaan tidak selalu bisa diukur melalui jumlah penampilan.

Perjalanan Dado bersama Persib pun tidak sepenuhnya lurus. Ia pernah datang pada 2015. Ia pernah pergi ke Sabah FC pada 2016 untuk kemudian kembali.  Dan setelah kembali, ia bertahan hingga musim ke-11.

Di situlah kisah Dado menjadi menarik. Sepak bola adalah dunia yang sangat cepat berubah. Pemain bisa berpindah klub dalam hitungan musim. Pelatih berganti mengikuti hasil. Sebuah tim bisa berubah hampir seluruhnya hanya dalam beberapa tahun.

Dedi mengalami perubahan itu dari jarak paling dekat. Ia melihat rekan-rekan setimnya datang sebagai pemain muda, kemudian berkembang dan pergi. Ia bermain bersama pemain senior sekaligus menjadi bagian dari ruang ganti ketika generasi berikutnya mulai tumbuh.

Dalam perjalanan tersebut, perannya pun berubah. Tidak selalu menjadi pemain yang paling sering dibicarakan. Tidak selalu menjadi pemain yang tampil selama 90 menit. Tetapi ketika namanya dibutuhkan, Dado tetap bersiap. Seperti pada menit ke-77 melawan PSM. Hanya sekitar 13 menit. Namun, 13 menit itu adalah bagian dari musim ke-11.

Tiga trofi juara 

Perjalanan panjang itu juga dihiasi pencapaian. Dado menjadi bagian dari Persib yang meraih tiga trofi juara pada Liga 1 2023/2024, 2024/2025 dan Super League 2025/2026. Gelar-gelar tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan panjangnya bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang merasakan bagaimana rasanya membawa Persib menjadi juara.

Ada kebahagiaan mengangkat trofi. Ada tekanan ketika tim harus bangkit. Ada pertandingan yang dimenangkan dan ada pula yang harus dilupakan. Semua menjadi bagian dari perjalanan seorang pemain yang memilih terus berada dalam satu cerita. Cerita yang masih akan berlanjut sampai Dado memutuskan pensiun atau boleh jadi pergi meninggalkan klub yang pernah membesarkan dan dibesarkannya ini.***  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skuad Persib di Liga Indonesia VI/1999-2000

24 Februari 2002: Persib Terbantai di Stadion Rumbai

Persib Juara 1937: Disambut Hujan Lebat di Stasiun Bandung Hingga Pesta Dadakan