Kilas Balik Laga Pertama Persib di Kompetisi Asia, Permalukan Bangkok Bank di Tengah Kekisruhan

Bek Persib, Mulyana (12) mengkoordinasi lini pertahanan bersama Asep Somantri (4) untuk mengamankan gawang yang dikawal Anwar Sanusi (23) pada pertandingan pertama putaran pertama Piala Champions Asia 1995 di Stadion Chulalangkorn Bangkok, 16 September 1995. (Dok/Kliping Mahlima Utari)






MUSEUM PERSIB - Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Persib kembali ke kompetisi Asia. Seperti dua musim sebelumnya, Persib harus memulai kompetisi kontinentalnya dari babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/27. 

Seperti tahun lalu, lawan yang harus dilewati "Bulao" untuk lolos ke fase grup adalah juara Filipina, Manila Digger. Bedanya, kali ini pertandingannya harus dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026), bukan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang masih dalam tahap perawatan.

Bagi Persib, ini adalah kompetisi Asia kelima sepanjang sejarah. Selain tiga penampilan di ACL Two dalam dua musim terakhir, Persib pernah tampil di Piala Champions Asia 1995 dan Piala AFC 2015. Pencapaiannya, perempat final Piala Champions 1995 dan babak 16 Besar Piala AFC 2015.

Menjelang laga kontra Manila Digger, tidak ada salahnya untuk mengenang pertandingan pertama Persib di kompetisi Asia. Laga bersejarah itu terjadi di Stadion Universitas Chulalangkorn Bangkok, Thailand, 16 September 1995. Itu adalah pertandingan leg pertama putaran pertama Piala Champions Asia 1995. 

Meski datang dengan status juara Liga Indonesia 1994/1995, Persib yang ditangani pelatih Indra M. Tohir, sangat tidak diunggulkan untuk sekadar mencuri hasil imbang sekalipun. Apalagi, menjelang keberangkatan ke Bangkok, Persib dipermalukan tim sepak bola DKI Jakarta yang tengah disiapkan menghadapi PON 1996 dengan skor telak 1-4 pada pertandingan pemanasan di Lapangan Cilokotot, Kopo, Kabupaten Bandung.

Parahnya, kekalahan itu ditandai isu keretakan di dalam tim yang melibatkan sejumlah pemain senior dan Abah Tohir. Isu tersebut sempat diperkuat oleh keberangkatan rombongan pemain yang hanya didampingi Djadjang Nurdjaman sebagai asisten pelatih. Belakangan diketahui, Abah Tohir menyusul terbang ke Bangkok menjelang pertandingan bergulir.   

Namun, di tengah keraguan publik, Robby Darwis dan kawan-kawan tampil efektif di Stadion Chulalangkorn. Berseragam jersey ikonik bermerk "FBT" yang pengadaannya dibantu oleh tim tuan rumah lantaran seragam yang dibawa tak memenuhi syarat, Persib di luar dugaan menundukkan Bangkok Bank 2-0 melalui gol Kekey Zakaria menit 9 dan Yusuf Bachtiar menit 53.

Selain Kekey dan Yusuf, dalam pertandingan ini, Persib menurunkan Anwar Sanusi (kiper), Robby Darwis, Mulyana, Yadi Mulyadi, Nandang Kurnaedi, Dede Iskandar, Asep Sumantri, Asep Kustiana dan Sutiono Lamso.

Meski secara teknis dianggap kalah kelas, dengan strategi pragmatis dan filosofi "kejar bola sampai ke langit" khas Abah Thohir, plus tak kenal rasa takut dan pantang menyerah pemain, Persib mampu membawa pulang kemenangan dari kandang Bangkok Bank. 

Berkat kemenangan krusial itu, Persib melaju ke putaran kedua meski pada pertandingan leg kedua di Stadion Siliwangi Bandung, sepekan kemudian, kalah 0-1 dari tim tamu.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skuad Persib di Liga Indonesia VI/1999-2000

24 Februari 2002: Persib Terbantai di Stadion Rumbai

Persib Juara 1937: Disambut Hujan Lebat di Stasiun Bandung Hingga Pesta Dadakan