R. Mochamad Ilyas, Penjaga Gawang Persib Era 1950-an hingga 1960-an
MUSEUM PERSIB - Nama R. Mochamad Ilyas merupakan salah satu kiper yang ikut menjaga kejayaan Persib ketika mulai melahirkan generasi emasnya pada periode 1950-an hingga 1960-an. Lahir pada 17 Agustus 1933, kiper asal klub SIDOLIG ini bahu-membahu bersama penjaga gawang Persib lain di masa itu seperti Djudju Sukandar, Koen Nuis, Iwan Syarif, dan Simon Hehanusa.
Perjalanan Ilyas bersama Persib tidak sekadar menjadi catatan tentang seorang penjaga gawang. Ia merupakan bagian dari generasi yang turut mengukuhkan nama Persib dalam kompetisi sepak bola nasional. Salah satu pencapaian pentingnya adalah ketika ia menjadi bagian dari skuad Persib yang menjuarai Kejuaraan Nasional PSSI 1959/1961 di bawah arahan pelatih Tomasowa.
Tim Persib kala itu dihuni sejumlah pemain yang kemudian menjadi tulang punggung sepak bola Indonesia. Nama-nama seperti Ade Dana, Wowo Sunaryo, Omo Suratmo, Rukma Sudjana, Fatah Hidayat, Thio Him Tjiang, Sunarto, Ishak Udin, dan Ilyas Hadade menjadi bagian dari generasi emas yang memiliki kontribusi besar bagi Persib sekaligus Tim Nasional Indonesia.
Sebagai seorang kiper, Ilyas memiliki tugas yang tidak ringan. Di tengah gaya permainan sepak bola yang berbeda dengan era modern, seorang penjaga gawang dituntut memiliki keberanian, ketangguhan, dan kemampuan membaca permainan untuk menjaga gawangnya. Ilyas menjalankan peran tersebut dalam periode ketika Persib tengah membangun fondasi kejayaannya.
Setelah melewati perjalanan panjang di dunia sepak bola, Ilyas meninggal dunia pada 16 Juli 2012, dalam usia 78 tahun. Meski telah lama berpulang, namanya tetap menjadi bagian dari arsip sejarah Persib, khususnya kisah generasi yang mengawal Maung Bandung pada dekade 1950-an hingga 1960-an.
Ilyas mungkin tidak lagi banyak disebut dalam percakapan sepak bola modern. Namun, bagi sejarah Persib, sosoknya memiliki tempat tersendiri. Ia adalah salah satu penjaga gawang yang pernah berdiri di bawah mistar ketika Maung Bandung mulai menorehkan prestasi dan melahirkan pemain-pemain yang menjadi kebanggaan sepak bola Indonesia.***

Komentar
Posting Komentar