Mengenang Launching Tim Persib 2006 yang Seperti Penyambutan Juara
Namun, jauh sebelum dikemas dalam konsep besar, termasuk untuk pertama kalinya disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional, seperti Pesta Biru di GOR Bandung Arena, Selasa 25 Agustus 2026, tradisi launching tim secara terbuka dimulai dua dekade lalu, tepatnya pada 6 Januari 2006.
Saat itu, launching tim berlangsung di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, dengan ribuan Bobotoh memenuhi tribun dan area stadion. Seluruh anggota tim diperkenalkan di sebuah panggung memanjang yang di setiap sisinya dipenuhi ribuan bobotoh.
Momen tersebut menjadi penanda penting dalam hubungan antara Persib dan bobotohnya. Sebab, untuk pertama kalinya, perkenalan tim tidak hanya menjadi agenda internal klub, tetapi berubah menjadi peristiwa milik publik.
Launching Persib pada 2006 lahir dari sebuah gagasan sederhana yaitu bobotoh harus bisa melihat langsung tim yang akan mereka dukung. Sebelumnya, acara pengenalan tim lazim dilakukan di hotel berbintang dan hanya dihadiri pengurus klub serta undangan tertentu.
Berkolaborasi dengan manajemen tim yang ketika itu dipimpin manajer Yossi Irianto, Viking Persib Club (VPC) mengambil inisiatif untuk membawa acara tersebut keluar dari ruang eksklusif dan mendekatkannya kepada masyarakat.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah acara yang jauh dari kesan seremonial biasa. Para pemain Persib yang baru pulang dari rangkaian uji tanding di Indramayu dan Bekasi terlebih dahulu diarak dari Mes Persib di Jalan Bali, Kota Bandung. Puluhan sepeda motor besar mengawal rombongan yang membawa para pemain menuju Stadion Persib.
Yaris Riyadi dan kawan-kawan kemudian memasuki stadion dan naik ke atas panggung untuk diperkenalkan satu per satu kepada Bobotoh. Dari 21 pemain yang menjadi bagian skuad asuhan Risnandar Soendoro (alm), Encas Tonif (alm), dan Dedi Sutendi, hampir seluruhnya hadir. Hanya Erik Setiawan yang absen dalam acara tersebut.
Acara digelar selepas salat Jumat. Sejak itu, Stadion Persib berubah menjadi lautan biru. Ribuan Bobotoh datang bukan sekadar untuk mengetahui siapa saja pemain yang akan memperkuat Persib pada kompetisi Liga Indonesia XII/2006. Mereka datang membawa harapan. Teriakan dukungan bergema dari berbagai penjuru stadion. Harapannya jelas, Persib harus bangkit dan kembali menjadi kekuatan yang disegani.
Namun, kedekatan launching dengan publik juga membuat suara Bobotoh terdengar lebih apa adanya. Di tengah dukungan, muncul pula kritik yang ditujukan kepada pemain, pelatih, manajemen hingga pengurus Persib. Itulah wajah Persib pada masa itu, sebuah klub yang tidak pernah benar-benar terpisah dari suara bobotohnya.
Menariknya, suasana cerah di sekitar Stadion Persib membuat acara berlangsung tanpa gangguan. Atmosfernya bahkan terasa seperti penyambutan sebuah tim yang baru saja menjadi juara. Padahal, kompetisi belum dimulai.***

Komentar
Posting Komentar